Masuknya truk impor Cina memukul perusahaan mobil lokal
Impor truk-truk Cina di Indonesia telah memicu kekhawatiran di antara perusahaan-perusahaan mobil lokal, yang telah terkena dampaknya.Analis otomotif menunjuk pada kebijakan dan peraturan dari Departemen Energi, Departemen Transportasi, dan Departemen Perindustrian yang menangani kendaraan komersial di luar jalan raya, seperti yang ada di area pertambangankurangnya sinergi.. Perusahaan mobil Jepang menghadapi ketidakseimbangan persaingan karena kebijakan yang tumpang tindih. Truk-truk Cina digunakan di area pertambangan tertutup dan tidak tunduk pada beberapa peraturan yang sama, dan banyak yang masih menggunakanMesin Euro 2 atau Euro 3dan perusahaan mobil Jepang untuk memenuhi persyaratan pemerintah untukStandar Euro IVtelah menginvestasikan triliunan gulden untuk meningkatkan lini produksi dengan biaya yang lebih tinggi.
Selain itu, standar emisi kendaraan merupakan strategi pemerintah yang telah ditetapkan, dan truk yang diimpor dengan muatan penuh (CBU) telah memberikan dampak, dengan beberapa pemasok suku cadang mobil telahMemberhentikan hampir separuh staf. Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GIAMM) menyerukan agar impor truk CBU dihentikan sesegera mungkin agar tidak berdampak pada industri seperti manufaktur suku cadang dan karoseri.