Daftar Upah Minimum Provinsi di Indonesia 2026
Provinsi-provinsi di Indonesia telah diselesaikan satu demi satuUpah Minimum Provinsi (UMP) 2026Referensi minimum untuk akuntansi penggajian antara perusahaan dan pekerja. Mulai dari25 Desember 2025ada36 provinsiKriteria khusus dipublikasikan melalui surat keputusan gubernur. Dari kriteria yang dipublikasikan pada kesempatan ini.Provinsi Jawa Baratmenurut231,7601 juta guldenJumlah upah minimum ini menjadi yang terendah di Indonesia, dengan kesenjangan yang cukup signifikan dengan yang tertinggi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta (Rp 5.729.876.000).
Nusa Tenggara Barat 267,3861 juta rupiah, meningkat 709,30 juta; Nusa Tenggara Timur 245,5898 juta rupiah, meningkat 126,929 juta; Jawa Timur 244,6880 juta rupiah, meningkat 140,896 juta; Daerah Istimewa Yogyakarta 241,7495 juta rupiah, meningkat 153,415 juta; Jawa Tengah 2.327,386 juta rupiah, meningkat 158,038 juta; dan Provinsi Jawa Barat 2.317,601 juta rupiah, meningkat 126,369 juta. Pada tanggal batas akhir publikasi kriteriaAceh dan Provinsi Pegunungan PapuaPenetapan upah minimum provinsi tahun 2026 belum selesai.
Direktur Departemen Tenaga Kerja dan Imigrasi Aceh mengatakan bahwa penundaan ini disebabkan oleh fakta bahwa pemerintah daerah sedang fokus untuk menanggapiBanjir bandang dan tanah longsorTanggap darurat akan didorong untuk menetapkan standar segera setelah tanggap darurat berakhir, dengan upah minimum untuk tahun 2025 di kedua provinsi tersebut masing-masing sebesar 3.685.615 dong dan 4.285.847 dong.Upah minimum provinsiHal ini diamanatkan oleh provinsi bagi perusahaan untuk menyediakanPekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahunBatas bawah dari gaji bulanan yang dibayarkan olehRepresentasi tripartit dari pemerintah, pengusaha dan serikat pekerjaKomisi Gaji, yang terdiri dari
Penetapan standar 2026 mengacu padaTingkat inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi regional dan koefisien alfaSejumlah indikator ekonomi, seperti penggunaanPresiden PrabowoRumus untuk menentukanKenaikan upah minimum = (inflasi + tingkat pertumbuhan ekonomi) x koefisien alfa, koefisien α mengambil nilai dari interval0.5-0.9Koefisien ini menangkap kontribusi angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi regional dan memungkinkan adanya perbedaan dalam kenaikan gaji di seluruh provinsi tergantung pada kondisi ekonomi.