Asosiasi Kawasan Industri Indonesia mengungkapkan bahwa investor dari Amerika Serikat, Tiongkok Daratan, dan Taiwan Tiongkok telah menunjukkan minat investasi di industri semikonduktor Indonesia. Asosiasi menyerukan agar perusahaan semikonduktor global membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan lokal Indonesia untuk mendorong transfer teknologi, memperkuat rantai pasok lokal, dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia, sehingga investasi asing tidak hanya berhenti pada pembangunan kapasitas produksi.
Ketua Asosiasi menyatakan bahwa konsorsium gabungan AS-Jerman telah memulai pembangunan industri semikonduktor di Batam, Indonesia. Konsorsium yang terdiri dari beberapa perusahaan ini memiliki investasi sebesar 26,73 miliar dolar AS (sekitar 447,59 triliun rupiah) di Batam. Fasilitas terkait akan mulai dibangun tahun ini; sementara investor dari Taiwan Tiongkok masih dalam tahap negosiasi dan diskusi. Investasi investor Tiongkok Daratan sudah dimulai, namun terhambat proses perizinan yang lambat sehingga pembangunan fisik yang direncanakan pada tahun 2025 tidak dapat berjalan sesuai jadwal. Asosiasi menilai kondisi ini akan menghambat proses strategis pengembangan manufaktur kelas atas Indonesia.
Ia menekankan bahwa rencana investasi semikonduktor dari investor Taiwan dan Tiongkok Daratan memiliki perbedaan dalam struktur konsorsium, jalur teknologi, dan positioning pasar dibandingkan konsorsium gabungan AS-Jerman, namun semuanya berfokus pada pembangunan industri dasar Indonesia dan integrasi ke rantai pasok global. Saat ini kawasan industri Indonesia sedang dalam fase ekspansi, dengan industri semikonduktor ditetapkan sebagai sektor prioritas yang didorong oleh asosiasi, sejalan dengan tren permintaan global terhadap chip dan komponen elektronik.
Asosiasi telah menyiapkan beberapa lokasi strategis untuk pengembangan industri semikonduktor, seperti Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Wiraraja di Batam, yang memiliki infrastruktur lengkap, jalur logistik internasional, serta ekosistem industri yang terus berkembang. Asosiasi juga menilai bahwa industri semikonduktor akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia, mampu menciptakan lapangan kerja dengan keterampilan tinggi, memperdalam pengolahan industri lanjutan, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam industri teknologi global. Pengembangan industri semikonduktor di kawasan industri Indonesia melalui model perusahaan patungan merupakan langkah strategis kunci untuk membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia.
Asosiasi Kawasan Industri Indonesia mengungkapkan bahwa investor dari Amerika Serikat, Tiongkok Daratan, dan Taiwan Tiongkok telah menunjukkan minat investasi di industri semikonduktor Indonesia. Asosiasi menyerukan agar perusahaan semikonduktor global membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan lokal Indonesia untuk mendorong transfer teknologi, memperkuat rantai pasok lokal, dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia, sehingga investasi asing tidak hanya berhenti pada pembangunan kapasitas produksi.
Ketua Asosiasi menyatakan bahwa konsorsium gabungan AS-Jerman telah memulai pembangunan industri semikonduktor di Batam, Indonesia. Konsorsium yang terdiri dari beberapa perusahaan ini memiliki investasi sebesar 26,73 miliar dolar AS (sekitar 447,59 triliun rupiah) di Batam. Fasilitas terkait akan mulai dibangun tahun ini; sementara investor dari Taiwan Tiongkok masih dalam tahap negosiasi dan diskusi. Investasi investor Tiongkok Daratan sudah dimulai, namun terhambat proses perizinan yang lambat sehingga pembangunan fisik yang direncanakan pada tahun 2025 tidak dapat berjalan sesuai jadwal. Asosiasi menilai kondisi ini akan menghambat proses strategis pengembangan manufaktur kelas atas Indonesia.
Ia menekankan bahwa rencana investasi semikonduktor dari investor Taiwan dan Tiongkok Daratan memiliki perbedaan dalam struktur konsorsium, jalur teknologi, dan positioning pasar dibandingkan konsorsium gabungan AS-Jerman, namun semuanya berfokus pada pembangunan industri dasar Indonesia dan integrasi ke rantai pasok global. Saat ini kawasan industri Indonesia sedang dalam fase ekspansi, dengan industri semikonduktor ditetapkan sebagai sektor prioritas yang didorong oleh asosiasi, sejalan dengan tren permintaan global terhadap chip dan komponen elektronik.
Asosiasi telah menyiapkan beberapa lokasi strategis untuk pengembangan industri semikonduktor, seperti Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Wiraraja di Batam, yang memiliki infrastruktur lengkap, jalur logistik internasional, serta ekosistem industri yang terus berkembang. Asosiasi juga menilai bahwa industri semikonduktor akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia, mampu menciptakan lapangan kerja dengan keterampilan tinggi, memperdalam pengolahan industri lanjutan, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam industri teknologi global. Pengembangan industri semikonduktor di kawasan industri Indonesia melalui model perusahaan patungan merupakan langkah strategis kunci untuk membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia.