Gubernur Jawa Tengah baru-baru ini secara resmi memimpin upacara peresmian, mengumumkan bahwa pabrik PT DKV Printing Indonesia milik grup BSN Tiongkok resmi beroperasi di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Proyek ini merupakan investasi manufaktur penting dari modal Tiongkok di Indonesia, dengan total investasi mencapai 728 miliar rupiah. Setelah berproduksi, kapasitas produksinya kuat, mampu memproduksi 500.000 berbagai jenis kotak kemasan per hari, dengan kapasitas tahunan mencapai 180 juta kotak, menjadikannya salah satu yang terdepan di Asia Tenggara. Diketahui bahwa pabrik DKV bergerak di bidang percetakan dan kemasan premium khusus, dengan produk mencakup semua jenis kemasan seperti karton luar, kotak karton berwarna, kotak dalam, dan kotak hadiah handmade premium. Merek mitra mencakup banyak raksasa internasional terkenal, termasuk Adidas, Nike, Lacoste, The North Face, Under Armour, TUMI, dan hampir dua puluh merek internasional lainnya. Produk terutama dipasok ke lebih dari 400 merek global di pasar Asia Tenggara, dengan kemampuan dukungan industri yang sangat kuat.

Pabrik ini mulai dibangun pada tahun 2025 dan merupakan bagian dari strategi utama grup BSN untuk memperdalam investasi di Indonesia dan menata manufaktur di Asia Tenggara. Wakil presiden grup BSN menyatakan bahwa setelah pabrik baru Kendal beroperasi penuh, akan menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal Indonesia, secara signifikan mendorong lapangan kerja setempat, sekaligus meningkatkan kapasitas kemasan premium grup, memperpendek siklus pengiriman pesanan pelanggan global, dan memperkuat daya saing inti perusahaan di Asia Tenggara dan bahkan pasar global. Sebelumnya, PT BSN Technologies Indonesia milik grup BSN telah beroperasi di Kawasan Industri Kendal, dan produksi pabrik baru ini semakin melengkapi tata letak industri grup di Indonesia. Perusahaan optimis dengan keunggulan lokasi Jawa Tengah, ekosistem industri yang matang, dan potensi pasar yang besar, serta akan terus menambah investasi lokal.

Gubernur Jawa Tengah memberikan apresiasi tinggi atas realisasi proyek ini, menunjukkan bahwa proyek ini sepenuhnya membuktikan daya tarik investasi asing yang kuat dan keunggulan tenaga kerja Jawa Tengah. Pada tahun 2025, total investasi di Provinsi Jawa Tengah mencapai 110 triliun rupiah, dan pada kuartal ketiga tahun 2026, investasi telah mencapai 23,5 triliun rupiah, menyerap sekitar 22.000 tenaga kerja. Saat ini, Singapura, Tiongkok Daratan, Hong Kong Tiongkok, dan Korea Selatan adalah sumber utama investasi asing di provinsi ini. Pemerintah setempat berkomitmen untuk terus menyederhanakan proses perizinan, menjamin keamanan operasional perusahaan, dan terus mengoptimalkan lingkungan bisnis bagi investasi asing. Kepala Kawasan Industri Kendal menyatakan bahwa beroperasinya pabrik DKV melengkapi kekurangan kemasan premium di kawasan tersebut, menyempurnakan sistem rantai pasokan global regional, membantu perusahaan di kawasan memperpendek rantai produksi, meningkatkan efisiensi produksi, dan semakin memperkuat posisi inti Kawasan Industri Kendal di sektor manufaktur premium Indonesia.