Indonesia Rencanakan Pembatasan Impor Barang Murah dari China
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah baru-baru ini menyatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji regulasi untuk membatasi impor barang super murah asal China guna melindungi persaingan pasar dalam negeri. Barang-barang tersebut dijual dengan harga hanya 3.000-4.000 rupiah (sekitar 1,4-1,8 yuan), sehingga sangat merugikan produsen lokal. Pemerintah mempertimbangkan untuk menetapkan mekanisme harga minimum untuk barang impor, dan saat ini masih dalam proses penyusunan skema spesifik. Kementerian tersebut juga memanggil platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop by Tokopedia, dan Lazada, serta meminta mereka segera menertibkan penjualan pakaian bekas impor ilegal (thrifting).
Danantara Selesaikan Studi Investasi Baterai dan Proyek Lain pada Desember
Indonesia Luncurkan Program PLTS Desa
Kekurangan pasokan tembaga global mungkin terjadi pada tahun 2028
Perusahaan teknik modal China resmi masuk ke kawasan industri Indonesia
Surplus perdagangan Indonesia terus meningkat selama 65 bulan berturut-turut
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada September 2025, surplus perdagangan Indonesia mencapai 4,34 miliar dolar AS, mencatat rekor surplus selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hasil ini terutama didorong oleh kinerja kuat barang non-migas. Barang non-migas menyumbang surplus sebesar 5,99 miliar dolar AS, dengan faktor pendorong utama berupa lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta produk baja. Sebaliknya, barang migas mengalami defisit sebesar 1,64 miliar dolar AS, terutama akibat impor minyak mentah dan produk minyak bumi. Dari Januari hingga September 2025, akumulasi surplus mencapai 33,48 miliar dolar AS.
Bali Hentikan Proyek Lift Kaca Tebing Investasi Perusahaan Tiongkok
Karena memicu kontroversi lingkungan, otoritas Bali menghentikan sementara proyek lift kaca setinggi 182 meter di tebing Pantai Kelingking yang dibangun oleh pengembang China, China Kais Group. Lift tersebut awalnya direncanakan untuk memudahkan wisatawan mengakses pantai, tetapi foto poros lift yang memotong tebing ikonik yang menyerupai dinosaurus T-Rex (dijuluki "Tebing T-Rex") menjadi viral di media sosial, membuat marah penduduk setempat dan wisatawan yang menganggapnya merusak keindahan alam dan mempercepat erosi. Otoritas juga menemukan bahwa proyek tersebut tidak memiliki izin yang diperlukan. Warga setempat dan warganet mengungkapkan ketidakpuasan, menganggap bahwa
Industri Bahan Tahan Api Indonesia Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ketua Asosiasi Industri Bahan Tahan Api dan Isolasi Indonesia (ASRINDO) baru-baru ini menyatakan bahwa industri bahan tahan api dalam negeri akan menjadi katalis pertumbuhan industri nasional, mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo pada tahun 2029. Industri ini memainkan peran kunci dengan mendukung proses produksi industri dasar seperti semen, kaca, dan keramik. Dalam acara business matching yang digelar di Bandung, ia mencatat bahwa industri bahan tahan api memiliki empat keunggulan: pasokan tepat waktu (Just in time), pengiriman tepat waktu (On time delivery), layanan purna jual yang
Indonesia Investasi 5 Triliun Rupiah Bangun Pabrik Soda Ash Pertama
Indonesia baru-baru ini secara resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Kawasan Industri Kota Bangtang, Kalimantan Timur. Proyek ini bernilai investasi 5 triliun rupiah, menempati lahan seluas 16 hektar, diperkirakan menciptakan 800 lapangan kerja, dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2028. Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia menyatakan bahwa proyek ini mengakhiri sejarah 30 tahun Indonesia tidak mampu memproduksi soda ash sendiri. Saat ini Indonesia mengimpor 1 juta ton soda ash setiap tahun, dengan permintaan tumbuh 5-6% per tahun. Pabrik baru ini akan memproduksi 300.000 ton soda ash per tahun, dapat menggantikan 30% kebutuhan impor, sekaligus memproduksi 300
Dealer Mobil Jepang Beralih Menjadi Agen Merek China
Pasar otomotif Indonesia baru-baru ini mengalami perubahan signifikan: terdorong oleh serangan kuat merek mobil China, sejumlah dealer yang sebelumnya menjual Honda dan Mitsubishi terpaksa mengganti papan merek dan beralih menjual merek China seperti Chery dan BYD. Seorang pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa merek China, dengan harga yang lebih kompetitif, fitur teknologi canggih, dan desain inovatif, sedang menantang dominasi pasar yang telah lama dipegang oleh merek Jepang. Contoh spesifiknya meliputi: dealer Honda di Jemursari Surabaya, Pasteur Bandung, Triputra Bekasi, dan BSD Trimegah telah tutup, sementara dealer Mitsubishi di kawasan Cinere, Jawa Barat, berubah menjadi merek Chery. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa volume wholesales Honda Prospect Motor menurun dari 8.757 unit pada Januari 2025 menjadi 3.000 unit pada Maret, mencerminkan perubahan lanskap pasar. Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam dinamika persaingan industri otomotif Indonesia, di mana merek China terus memperluas pangsa pasar dengan strategi harga yang tinggi.
Chery Memprediksi Hanya Sedikit Merek yang Akan Bertahan di Pasar Otomotif Indonesia
Seiring dengan meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi di Indonesia, persaingan pasar semakin ketat. Dalam lima tahun terakhir, lebih dari 10 merek baru telah memasuki pasar, sebagian besar dari China, termasuk Wuling, DFSK, Hyundai, Chery, Neta, BYD, dan lain-lain. Namun, Chief Operating Officer Chery Sales Indonesia memprediksi bahwa hanya sedikit merek yang benar-benar akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan. Ia menunjukkan bahwa saat ini terdapat 10-15 merek mobil China di Indonesia, tetapi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, mungkin hanya tersisa kurang dari 10 pemain utama, termasuk merek dari China, Jepang, dan negara lain. Ia menganggap fenomena ini mirip dengan
Industri Perhotelan Indonesia Menjadi Target Utama Investor Asing
Industri perhotelan dan perhotelan Indonesia menjadi target utama investor asing di era pasca-pandemi, dengan perkiraan nilai transaksi investasi mencapai hampir 150 juta dolar AS (sekitar 2,4 triliun rupiah) pada tahun 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh fondasi makroekonomi Indonesia yang kuat dan infrastruktur yang terus ditingkatkan, sehingga meningkatkan kepercayaan investor global terhadap prospek pariwisata Indonesia. Minat investasi terkonsentrasi pada dua pasar inti: Bali dan Jakarta. Bali menunjukkan kinerja kuat di pasar hotel mewah, bahkan melampaui destinasi regional lain seperti Phuket dan Samui di Thailand; sementara Jakarta sebagai gerbang masuk utama