MEMUAT BARANG...

Dari 500MW ke 7GW: Ambisi Tata Letak Tenaga Nuklir Indonesia Terungkap

从500MW到7GW:印尼核电布局雄心曝光

Rencana pengembangan tenaga nuklir IndonesiaTujuan jangka pendeknya adalah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 500 MW pada tahun 2034.Tujuan jangka panjangnya adalah untuk memperluas hingga 7 GW pada tahun 2040.Investasi tahap pertama sebesar 52,3 triliun rupiah (sekitar 320 juta dolar AS) mencakup siklus konstruksi tahun 2025-2034.Total investasi di sektor listrik adalah $18,8 miliar (sekitar 2.967 triliun rupiah), dengan tenaga nuklir menyumbang 171 TP3T (setelah panas bumi dan fotovoltaik).

proyekPihak utama adalah Perusahaan Listrik NegaraPLTN ini menggunakan teknologi reaktor modular kecil, dan lokasi tapaknya meliputi Bangkat Belitung (tahap studi kelayakan) dan Kalimantan (tapak alternatif).

yang termasuk dalam Instrumen Hukum untuk Rencana Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034.Kementerian Energi dan Pertambangan dan Kongres telah membentuk kelompok regulasi khusus (dibentuk pada Agustus 2025).Mekanisme pembiayaan adalahJaminan pemerintah + pinjaman sindikasi internasional (Jepang Mitsubishi, partisipasi Korea Hydro)Selain itu, perusahaan ini juga mengusulkan untuk menerbitkan obligasi hijau, dan berencana untuk meluncurkan program sains dan teknologi tenaga nuklir nasional (dengan anggaran 500 miliar rupiah pada tahun 2026), serta menandatangani perjanjian pengembangan bakat dengan Rosatom.

Pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 500 MW dapat memenuhi kebutuhan listrik 2 juta rumah tangga, sementara tenaga nuklir berkapasitas 7 GW akan menyumbang 12% dari total kapasitas terpasang di Indonesia, dengan estimasi biaya tarif sebesar $0,09/kWh (lebih rendah dari $0,11 untuk tenaga batu bara).

© 版权声明

相关文章

id_IDIndonesian