Indonesia perlu mengambil berbagai langkah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan
Prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2025 buruk, dengan OECD memproyeksikan pertumbuhan hanya 4,91 TP3T, jauh di bawah visi pemerintah yaitu 6-81 TP3T; Dana Moneter Internasional (IMF) Laporan bulan Oktober memperkirakan pertumbuhan 4,91 TP3T, naik 0,11 TP3T dari sebelumnya; RBI memperkirakan antara 4,6-5,41 TP3T, dengan pemerintah menargetkan 5,21 TP3T, lebih tinggi daripada 4,81 TP3T dari Bank Dunia.
Dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia memiliki ICOR yang tinggi dan efisiensi ekonomi yang rendah. Sebagai contoh, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan India masing-masing memiliki ICOR sebesar 4,61 TP3T, 4,41 TP3T, 4,51 TP3T, dan 4,51 TP3T, sementara India memiliki rasio investasi terhadap PDB yang sama dengan Indonesia, tetapi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. India berencana untuk menurunkan ICOR menjadi 2,7 pada tahun 2030, sementara Indonesia membutuhkan rasio investasi terhadap PDB sebesar 49,961 TP3T untuk mencapai pertumbuhan 81 TP3T.
Untuk mencapai target pertumbuhan 6 - 8%, pemerintah perluMeningkatkan efisiensi ekonomimenurunkan ICOR menjadi 5 - 6;Mempromosikan inovasi teknologimeningkatkan cakupan transformasi digital;Meningkatkan kemudahan berbisnisSistem sedang direformasi; teknologi digital terbaru digunakan;Identifikasi pemimpin manufakturmengumpulkan sumber daya untuk meningkatkan efisiensinya.