Indonesia Percepat Proyek Coal-to-DME untuk Kurangi Ketergantungan Impor LPG
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat proyek hilirisasi energi, dengan fokus pada pengembangan dimethyl ether (DME) dari batubara sebagai pengganti liquefied petroleum gas (LPG). Saat ini permintaan LPG Indonesia masih sangat bergantung pada impor, dengan peningkatan tahunan sekitar 1,2 juta ton, dan diperkirakan kebutuhan pada tahun 2026 akan mencapai 10 juta ton. Presiden Prabowo baru-baru ini mengadakan rapat terbatas di Istana Merdeka, meminta <strong>percepatan 18 proyek hilirisasi dengan total nilai lebih dari 600 triliun rupiah</strong>, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026. Proyek-proyek ini mencakup sektor perikanan, pertanian, serta energi dan sumber daya mineral, bertujuan untuk <strong>mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menggantikan produk impor</strong>.
Perusahaan Investasi Indonesia Rencanakan Investasi Langsung pada Proyek DME dari Batubara
Indonesia Luncurkan 18 Proyek Hilirisasi Tahun Depan dengan Investasi Rp600 Triliun
Indonesia Luncurkan Program PLTS Desa
Kekurangan pasokan tembaga global mungkin terjadi pada tahun 2028
Surplus perdagangan Indonesia terus meningkat selama 65 bulan berturut-turut
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada September 2025, surplus perdagangan Indonesia mencapai 4,34 miliar dolar AS, mencatat rekor surplus selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hasil ini terutama didorong oleh kinerja kuat barang non-migas. Barang non-migas menyumbang surplus sebesar 5,99 miliar dolar AS, dengan faktor pendorong utama berupa lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta produk baja. Sebaliknya, barang migas mengalami defisit sebesar 1,64 miliar dolar AS, terutama akibat impor minyak mentah dan produk minyak bumi. Dari Januari hingga September 2025, akumulasi surplus mencapai 33,48 miliar dolar AS.
Industri Bahan Tahan Api Indonesia Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ketua Asosiasi Industri Bahan Tahan Api dan Isolasi Indonesia (ASRINDO) baru-baru ini menyatakan bahwa industri bahan tahan api dalam negeri akan menjadi katalis pertumbuhan industri nasional, mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo pada tahun 2029. Industri ini memainkan peran kunci dengan mendukung proses produksi industri dasar seperti semen, kaca, dan keramik. Dalam acara business matching yang digelar di Bandung, ia mencatat bahwa industri bahan tahan api memiliki empat keunggulan: pasokan tepat waktu (Just in time), pengiriman tepat waktu (On time delivery), layanan purna jual yang
Indonesia Investasi 5 Triliun Rupiah Bangun Pabrik Soda Ash Pertama
Indonesia baru-baru ini secara resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Kawasan Industri Kota Bangtang, Kalimantan Timur. Proyek ini bernilai investasi 5 triliun rupiah, menempati lahan seluas 16 hektar, diperkirakan menciptakan 800 lapangan kerja, dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2028. Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia menyatakan bahwa proyek ini mengakhiri sejarah 30 tahun Indonesia tidak mampu memproduksi soda ash sendiri. Saat ini Indonesia mengimpor 1 juta ton soda ash setiap tahun, dengan permintaan tumbuh 5-6% per tahun. Pabrik baru ini akan memproduksi 300.000 ton soda ash per tahun, dapat menggantikan 30% kebutuhan impor, sekaligus memproduksi 300
Industri Perhotelan Indonesia Menjadi Target Utama Investor Asing
Industri perhotelan dan perhotelan Indonesia menjadi target utama investor asing di era pasca-pandemi, dengan perkiraan nilai transaksi investasi mencapai hampir 150 juta dolar AS (sekitar 2,4 triliun rupiah) pada tahun 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh fondasi makroekonomi Indonesia yang kuat dan infrastruktur yang terus ditingkatkan, sehingga meningkatkan kepercayaan investor global terhadap prospek pariwisata Indonesia. Minat investasi terkonsentrasi pada dua pasar inti: Bali dan Jakarta. Bali menunjukkan kinerja kuat di pasar hotel mewah, bahkan melampaui destinasi regional lain seperti Phuket dan Samui di Thailand; sementara Jakarta sebagai gerbang masuk utama
Industri Pusat Data Indonesia Berkembang Pesat, Kapasitas Melonjak 52%
Menteri Komunikasi dan Informatika baru-baru ini menyatakan dalam acara FEKDI & IFSE di Jakarta bahwa pembangunan pusat data di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan. Saat ini, terdapat 180 pusat data dengan berbagai skala yang beroperasi di seluruh negeri, 8 di antaranya mencapai level Tier 4 standar tertinggi, dan 3 fokus pada teknologi kecerdasan buatan. Total kapasitas pusat data meningkat 52% dalam satu tahun dari 190 MW menjadi 290 MW, menunjukkan kepercayaan kuat perusahaan global terhadap pasar Indonesia. Menteri mengungkapkan bahwa baru-baru ini ia diminta untuk meresmikan pusat data beberapa perusahaan domestik dan asing, termasuk PT DCI Ind
Penyesuaian Kebijakan Energi China Berdampak pada Industri Batubara Indonesia
Lembaga Studi Transisi Energi (ESI) merilis laporan yang menyatakan bahwa penyesuaian kebijakan energi China memberikan tekanan struktural pada industri batubara Indonesia. China mengurangi ketergantungan pada impor batubara dengan meningkatkan produksi batubara domestik, mengoptimalkan logistik energi, dan mempercepat transisi energi bersih, sementara sebelumnya ekspor batubara Indonesia ke China mencapai 43%. Kepala Peneliti ESI menunjukkan bahwa perubahan kebijakan ini bukan fluktuasi pasar jangka pendek, melainkan risiko struktural jangka panjang. Produsen batubara domestik China lebih efisien dan memiliki harga yang lebih kompetitif, sehingga keunggulan harga ekspor batubara Indonesia melemah. Selain itu, pada tahun 2024, lebih dari
Pabrik Perusahaan Pengemasan China Beroperasi Penuh di Indonesia
Pabrik anak perusahaan PT. Nanwang Technology Co., Ltd. yang berlokasi di Jawa Tengah telah beroperasi penuh. Pabrik seluas 12.000 meter persegi ini memproduksi kantong kertas ramah lingkungan, kantong non-woven, kertas label, dan produk kemasan ramah lingkungan lainnya. Perusahaan sebelumnya mengadakan perayaan pembukaan, menandai kemajuan penting dalam ekspansi luar negerinya. Pabrik ini merupakan langkah kunci dalam strategi global Nanwang Technology, yang bertujuan untuk menghindari risiko tarif dan merebut kembali pasar Amerika Utara. Melalui model "produksi lokal + respons cepat", perusahaan dapat menyediakan solusi kemasan lokal untuk merek minuman teh yang go global seperti Mixue, Ba Wang Cha Ji, Heytea, serta jaringan makanan cepat saji Barat seperti McDonald's dan KFC.