Industri Indonesia minta penindakan terhadap importir hulu pakaian bekas
Menyangkut masalah impor pakaian bekas (thrifting), Menteri Keuangan baru-baru ini menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberantas impor ilegal dan menolak usulan legalisasi melalui pembayaran pajak, menekankan bahwa yang terpenting adalah legalitas barang, bukan pajak. Namun, opini publik mempertanyakan apakah penegakan hukum yang ada menyentuh akar masalah, justru membahayakan mata pencaharian pedagang kecil. Indonesia telah memiliki peraturan yang membatasi impor pakaian bekas untuk melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen. Undang-Undang Cipta Kerja tahun 2020 semakin memperkuat pengendalian terkait. Namun, penegakan hukum seringkali terfokus pada pedagang kecil di pasar tradisional, yang hanya membeli dari pemasok dan tidak terlibat langsung dalam impor, sementara importir hulu
Mengenal Raksasa Pertambangan Indonesia MIND ID, dari BUMN Menjadi Pemimpin Industri Pertambangan
11 Miliarder Indonesia yang Terlibat di Industri Minyak Sawit
Sejumlah Kerja Sama Strategis Dicapai antara China dan Indonesia
Produksi Alumina Indonesia Akan Ditingkatkan Menjadi Dua Juta Ton
Empat Kota di Indonesia Buka Tender Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Otoritas Investasi Energi Masa Depan Indonesia (BPI Danantara) mengumumkan pembukaan tender tahap pertama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di empat kota (Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta). Ini adalah bagian dari program konversi sampah menjadi listrik yang didorong pemerintah, didukung oleh Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025 yang telah diterbitkan sebelumnya. Saat ini, terdapat 24 pemasok teknologi energi dari sampah beserta konsorsiumnya yang masuk dalam daftar seleksi, dan hanya mereka yang dapat berpartisipasi dalam tender konversi sampah menjadi listrik di Indonesia. Tender di empat kota ini bersifat independen, dan 24 perusahaan beserta konsorsiumnya (termasuk swasta dan BUMN) bebas memilih proyek kota mana yang ingin diikuti, atau dapat memilih lebih banyak kota.
Indonesia Rencanakan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Tujuh Lokasi
Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tujuh lokasi, yang membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar. Untuk mencapai kapasitas terpasang sebesar 197,4 megawatt, diperlukan pengolahan sampah hingga 12.000 ton per hari. Direktur Utama PLN menyatakan, dengan koordinasi BPI Danantara dan dukungan kementerian terkait, PLN telah melakukan survei terhadap tujuh lokasi yang direncanakan sebagai proyek percontohan pengolahan sampah menjadi energi, dan menyusun studi pra-kelayakan. Langkah ini diambil setelah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, yang bertujuan untuk mengolah sampah perkotaan menjadi energi terbarukan melalui teknologi ramah lingkungan.
Pemerintah Indonesia Akan Menindak Barang Impor China yang Merusak Industri Lokal
Pemerintah Indonesia akan menindak barang impor China yang merusak produk lokal, tidak hanya terbatas pada pakaian bekas. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menyatakan setelah pertemuan di Kementerian Perdagangan Jakarta bahwa pemerintah tidak hanya akan mengatur impor pakaian bekas, tetapi juga mengendalikan barang impor China yang mengganggu produk UMKM lokal. Untuk impor pakaian bekas, pemerintah telah mengintegrasikan 1.300 merek pakaian dan alas kaki sebagai alternatif, sehingga importir pakaian bekas masih memiliki barang untuk dijual. Ia mengatakan pemerintah sedang berkomunikasi dengan importir pakaian bekas, berharap mereka beralih ke produk lokal, memastikan bisnis para pedagang tidak terlalu terpengaruh, dan menghindari pasokan pakaian impor
Indonesia dan Korea Selatan Berkolaborasi Mengembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian baru-baru ini melakukan kunjungan ke fasilitas produksi PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat, untuk mendorong transformasi ekonomi hijau berkelanjutan dan mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik (EV) nasional. Deputi Koordinator Kerja Sama Digital Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa fasilitas perusahaan tersebut adalah salah satu struktur manufaktur baterai kendaraan listrik terbesar dan paling strategis di Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan ekosistem baterai kendaraan listrik yang dikembangkan perusahaan tersebut. Perusahaan ini merupakan usaha patungan antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution, dengan investasi mencapai
Indonesia Gencar Mengembangkan Proyek Konversi Sampah
Indonesia memasuki tahap kunci transisi energi nasional. Melalui model inovatif yang menggabungkan konversi sampah menjadi uap (waste to steam) dan batubara menjadi dimetil eter (DME), diharapkan dapat mengatasi ketergantungan impor LPG dan meningkatnya sampah perkotaan. Model ini dapat mengubah sampah perkotaan menjadi uap bertekanan tinggi untuk gasifikasi batubara, kemudian mensintesis bahan bakar bersih DME sebagai pengganti LPG. Pabrik yang mengolah 5.000 ton sampah dan 3.000 ton batubara per hari dapat menghasilkan sekitar 900 ton DME per hari. Dengan penempatan di 15 kota strategis, produksi tahunan mencapai 5 juta ton DME, memenuhi 40% kebutuhan LPG domestik.
Gelombang Truk Impor China Mengguncang Produsen Mobil Lokal
Impor truk China ke Indonesia menimbulkan kekhawatiran di kalangan produsen mobil lokal, beberapa perusahaan sudah terdampak. Analis otomotif menunjukkan kurangnya koordinasi kebijakan antara Kementerian Energi, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perindustrian terkait kendaraan komersial non-jalan raya seperti di area tambang. Produsen Jepang menghadapi ketidakseimbangan persaingan akibat tumpang tindih kebijakan. Truk China yang digunakan di area tambang tertutup tidak terikat oleh beberapa regulasi yang sama, banyak yang masih menggunakan mesin Euro 2 atau Euro 3, sementara produsen Jepang telah menginvestasikan triliunan rupiah untuk meningkatkan lini produksi guna memenuhi standar Euro 4 yang diwajibkan pemerintah, sehingga biayanya lebih tinggi. Mitsubishi Fuso sudah terdampak oleh impor truk China dan telah melaporkan masalah ini ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaik
IEA Perkirakan Permintaan Batu Bara Akan Capai Puncak pada Tahun 2030
International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan batu bara global akan mencapai puncaknya pada tahun 2030, dan dinamika pasar di masa depan akan ditentukan oleh China, India, Indonesia, dan beberapa negara Asia Tenggara, di mana sekitar setengah dari kebutuhan batu bara negara-negara tersebut digunakan untuk pembangkit listrik. IEA menilai prospek batu bara di negara-negara ini bergantung pada kemampuan sistem kelistrikan dalam menyerap gas alam serta kapasitas baru energi terbarukan (EBT). Pada tahun 2035, kapasitas EBT di negara berkembang rata-rata akan meningkat lebih dari 600 GW per tahun, cukup untuk mendorong penurunan permintaan batu bara yang berkelanjutan. Namun, jika tren penyerapan EBT dan gas alam terhenti, batu bara