Prabowo Kunjungi China Akan Menandatangani Kontrak Senilai $10 Miliar
Presiden Prabowo menyatakan bahwa beberapa perusahaan Indonesia akan menandatangani kontrak senilai lebih dari $10 miliar dengan perusahaan China. Besok sore, Kamar Dagang dan Industri Indonesia akan mengadakan acara di mana perusahaan China dan Indonesia menandatangani kontrak senilai lebih dari $10 miliar di bidang sains. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri China di Balai Rakyat Beijing pada hari Sabtu, sebagai bagian dari kunjungan kenegaraannya ke China, selain juga bertemu dengan pemimpin negara dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC). Ia berterima kasih kepada Perdana Menteri atas pernyataan bahwa mereka perlu mengambil langkah-langkah konkret, dan ia menganggap bahwa dalam langkah-
Industri Indonesia Meminta Perlindungan Sektor Baja dari Dampak Impor China
Indonesia Mulai Melarang Ekspor Bahan Baku Tembaga dan Timah Tahun Depan
Kerja Sama Indonesia-Tiongkok Bentuk Perusahaan Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Indonesia Rencanakan Ekspor Sepeda Motor Listrik ke Asia Tenggara dan Afrika
Huayou Cobalt Investasikan USD 5 Miliar di Industri Nikel Indonesia
Pada 18 Oktober 2024, upacara pengumpanan bahan baku pabrik proyek prekursor ternary baterai Huayou Cobalt sukses digelar di Taman Industri Weda Bay, Indonesia. Sejak tahun 2018, Huayou Cobalt telah berinvestasi total hampir USD 5 miliar di Indonesia. Lalu mengapa Huayou Cobalt optimis terhadap Indonesia dan terus mengembangkan bisnis material baterai energi baru di sini? Berikut penjelasan dari Pak Wang: Pertama, Huayou Cobalt didirikan pada tahun 2002 oleh pengusaha Zhejiang, Bapak Chen Xuehua, dengan kantor pusat di Tongxiang, Zhejiang. Perusahaan ini masuk dalam daftar 500 Perusahaan Teratas Tiongkok, dan merupakan perusahaan teknologi tinggi yang bergerak di bidang penelitian, pengembangan, dan manufaktur material litium baterai energi baru serta material kobalt baru.
CATL Investasikan USD 1,18 Miliar untuk Pabrik Baterai di Indonesia
Pada 16 Oktober, disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Indonesia, Indonesia Battery Corporation (IBC) dan anak perusahaan CATL, CBL, mendirikan usaha patungan dengan investasi sekitar USD 1,18 miliar untuk membangun pabrik baterai JV 5 di wilayah Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Pabrik ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2027 dengan kapasitas produksi baterai tahunan sebesar 15 gigawatt-jam (GWh). Sebagai produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, CATL telah lama merencanakan ekspansi ke Indonesia. Pada tahun 2018, CATL bekerja sama dengan raksasa nikel dalam negeri, Tsingshan Holding Group.
Zhongwei Holdings Bangun Kawasan Industri Baterai Senilai 10,5 Miliar Dolar AS di Indonesia
Pada 30 Oktober, menurut media Indonesia, produsen bahan baku baterai asal China, Zhongwei New Material Co., Ltd., berencana membangun kawasan industri baterai senilai 10,5 miliar dolar AS di Indonesia. Margaretha, Direktur Zhongwei Indonesia, menyatakan bahwa kawasan industri ini dengan total investasi 10,5 miliar dolar AS akan dibagi menjadi tiga tahap, dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia akan memberikan insentif investasi termasuk lahan. Kawasan ini membutuhkan lahan seluas 3.000 hingga 5.000 hektar, dan lokasi proyek masih dalam pencarian. Kawasan yang direncanakan ini menyambut mitra rantai industri baterai untuk bergabung.
Masalah Lemahnya Penerapan Standar SNI pada Produk Impor di Indonesia Mencuat
Produk impor yang tidak memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) namun bisa masuk ke negara ini diungkapkan oleh Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Lembaga standardisasi tersebut memiliki pusat bernama Pusat Pengawasan Standar Industri yang berkali-kali menemukan produk impor yang dikatakan masuk secara legal namun tidak memiliki SNI, padahal ini bersifat wajib, sehingga menunjukkan perbedaan antara legal dan ilegal. Situasi ini berpotensi menyebabkan kerugian negara akibat hilangnya bea masuk barang impor, dan barang-barang tersebut juga belum melalui proses SNI.
Masalah Industri Tekstil Lokal Indonesia Semakin Tajam
Industri tekstil nasional menghadapi masalah besar, pernyataan pailit yang diumumkan oleh PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex telah menjadi alarm yang membutuhkan intervensi segera dari pemerintah untuk mendiagnosis dengan tepat dan memberikan obat mujarab guna menghidupkan kembali industri tekstil padat karya dan produk tekstil dalam negeri. Sritex telah lama menjadi ikon industri tekstil berkualitas tinggi Indonesia. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan bahwa jika pabrik sebesar ini bisa runtuh, berarti ada hal yang perlu diperhatikan. Perlu dilihat apa yang menyebabkan keruntuhan Sritex, apakah itu internal
Pembebasan Pajak untuk Pemilik Kendaraan Listrik di Wilayah Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan peraturan dan insentif untuk menarik minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Kendaraan listrik atau Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicles) atau KBL Berbasis Baterai adalah kendaraan yang digerakkan oleh motor listrik dan mendapatkan sumber daya listrik langsung dari baterai di dalam atau luar kendaraan. Kepala Pusat Data dan Informasi Pajak Jakarta menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 38 Tahun 2023 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2023. Salah satu peraturan tersebut mengatur
Jakarta Sita Kosmetik Impor Ilegal Asal China Senilai Rp2,2 Miliar
Kepala BPOM didampingi Koordinator Pengawas (Korwas), PPNS Polda Metro Jaya, dan personel Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) menggelar konferensi pers bertajuk "BPOM bersama Polri Berhasil Menggagalkan Toko Online Kosmetik Impor Ilegal". Wakil Perwakilan Penegakan Hukum, Kepala Balai POM Jakarta, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta merangkap Pelaksana Harian, Pengendali Operasi Satuan Tugas Kerinci Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Komandan Intelijen Geospasial, serta Kepala Unit Pertama Perdagangan dan Industri (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, dan Koordinator Kejaksaan Tinggi turut hadir dalam kegiatan ini.