Pemerintah Indonesia Menindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp490 Miliar dalam Seminggu
Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa mereka bekerja sama dengan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, dalam waktu seminggu berhasil menindak penyelundupan barang impor ilegal senilai Rp490 miliar. Operasi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Polri, Kejaksaan, TNI, serta kementerian/lembaga terkait (K/L). Dalam periode 4-11 November 2024, telah dilakukan 283 penindakan terhadap berbagai jenis barang. Dalam konferensi pers di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, ia menyatakan bahwa operasi ini melibatkan barang-barang seperti pakaian, tekstil, elektronik, rokok, minuman
Rencana Pembangunan PLTN Indonesia di Wilayah Barat
Tingkat Kandungan Dalam Negeri Tidak Tercapai, iPhone 16 Terhambat Penjualannya di Indonesia
Daftar Lengkap 20 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Seluruh Indonesia
Pameran Industri Batubara dan Energi Internasional Indonesia Akan Digelar pada Mei 2025 di Jakarta International Expo
Indonesia Perpanjang Bea Anti-Dumping Hadapi Dampak Impor Baja China
Selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, pemerintah Indonesia melindungi industri baja dengan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD). Baru-baru ini, pemerintah kembali memperpanjang BMAD untuk produk baja H-beam hingga I-beam dari besi atau baja non-paduan selama 5 tahun dengan tarif 11,93%. Sebelumnya, peraturan terkait telah beberapa kali diubah, membatasi impor dari berbagai wilayah. Komite Anti-Dumping Indonesia dalam 10 tahun terakhir telah melakukan beberapa kali penyelidikan terhadap produk baja impor dari China. Baru-baru ini, mereka menyelesaikan penyelidikan terhadap plat baja canai panas asal China dan menemukan bukti dumping dari China, Ukraina, dan Singapura. Impor baja dari ketiga negara tersebut meningkat signifikan sebesar 23,9% dalam tiga tahun terakhir, sementara dari negara lain juga meningkat 56,1%. Banjirnya baja China menyebabkan persaingan bagi perusahaan baja lokal Indonesia
Sistem Pajak Inti Indonesia akan Mulai Diterapkan Tahun Depan
Sistem Administrasi Perpajakan Inti Indonesia akan resmi beroperasi pada Januari 2025. Menurut Kepala Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, setelah sistem ini diterapkan, tarif pajak diperkirakan akan naik dari sekitar 10% menjadi 12% dalam lima tahun ke depan, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Saat ini, Dirjen Pajak sedang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 50.000 wajib pajak dengan transaksi besar, serta membuka simulator pajak inti bagi wajib pajak lainnya. Mereka juga menyediakan buku dan panduan video di situs resmi, serta melatih pejabat pajak dalam penggunaan sistem agar menjadi pelatih komunitas. Melalui upaya awal ini, diharapkan saat sistem diluncurkan, semua pihak dapat terhubung dengan lancar dan menghindari kesenjangan pemahaman serta operasional.
Pemerintah Indonesia Sita Barang Keramik Impor Ilegal Asal Tiongkok Senilai Rp 9,8 Miliar
Polri bersama Kementerian Perdagangan melakukan operasi bersama dan menyita barang keramik serta peralatan makan ilegal senilai Rp 9,8 miliar. Barang-barang asal Tiongkok ini disita di Pelabuhan Tanjung Priok dan gudang di Surabaya karena tidak memiliki dokumen impor lengkap, seperti Nomor Induk Berusaha dan laporan pemeriksaan, serta tidak mengikuti prosedur yang benar, tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia dan izin impor yang sah. Hal ini berpotensi merugikan kepentingan konsumen dan negara. Operasi ini bermula dari temuan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur di Terminal Peti Kemas Surabaya, yang kemudian bersama otoritas pelabuhan, bea cukai, dan badan pengawas Kementerian Perdagangan melakukan pemeriksaan dan penyitaan barang. Pemilik barang adalah PT SGD yang berkedudukan di Medan.
Dua Faktor Utama Pertumbuhan Pasar Mobil Indonesia
Pasar mobil Indonesia pada tahun 2024 menghadapi banyak tantangan. Meskipun merek-merek baru terus berdatangan, pasar mengalami stagnasi bahkan menyusut, dan selama bertahun-tahun tidak menembus angka satu juta unit. Target Gaikindo tahun ini hanya 850.000 unit. Produsen seperti Hyundai Motors juga menghadapi tekanan. Kepala Pemasaran PT Hyundai Motors Indonesia menyatakan bahwa faktor makro seperti kenaikan suku bunga dan ketidakpastian global menyebabkan pasar lesu, serta pembelian kredit oleh konsumen juga membawa risiko. Pertumbuhan pendapatan per kapita yang lambat juga menjadi salah satu penyebab stagnasi penjualan. Melihat ke belakang, pada tahun 2013 penjualan tertinggi mencapai
Kementerian Perindustrian Indonesia Tuding Peraturan Kementerian Perdagangan Merusak Manufaktur
Kementerian Perindustrian kembali menuding regulasi perdagangan menghantam manufaktur Indonesia. PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2024 terkontraksi ke 49,2, telah terkontraksi selama 4 bulan berturut-turut. Kementerian Perindustrian mempertanyakan klaim regulasi tersebut yang menyatakan melindungi industri dalam negeri, karena justru menghapus persyaratan impor barang jadi, membuka pintu lebar bagi impor. Dari 518 kelompok barang, 88,42% merupakan barang jadi yang dapat diproduksi dalam negeri. Kementerian Perindustrian menyatakan regulasi ini menyebabkan pasar dibanjiri produk impor, menjadi salah satu penyebab penurunan manufaktur, dan kebijakan kementerian lain juga berdampak pada manufaktur. Kementerian Perindustrian berharap adanya sinergi antar pihak, misalnya penerapan bea masuk tindakan pengamanan (safeguard) untuk garmen, namun
Pabrik Baterai Indonesia akan Pasok Merek Mobil China
SAIC-CATL bersama Kentjana Group membangun pabrik perakitan baterai di Indonesia. Pabrik berkapasitas produksi 20.000 unit baterai per tahun, dioperasikan oleh PT UABS Indonesia, dengan SAIC-CATL memegang 67% saham dan Kentjana Group 33%. Tahap awal akan memproduksi baterai untuk merek MG milik SAIC, dengan investasi sekitar Rp100 miliar dan luas area 5.000 meter persegi. Komponen dan modul akan diimpor dari China kemudian dirakit. CATL adalah merek baterai terkemuka global, SAIC memiliki lini produk yang lengkap. MG Indonesia akan menjadi pengguna pertama pabrik ini pada tahun 2024.
CATL Investasi US$1,2 Miliar untuk Mendirikan Pabrik di Indonesia
Produsen baterai China, Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) menginvestasikan US$1,2 miliar (sekitar Rp18,66 triliun) di Indonesia. CATL melalui anak perusahaannya CBL International Development menjalin kemitraan dengan PT Indonesia Battery Corporation (IBC) dan mendirikan perusahaan patungan untuk memproduksi baterai bagi pasar Asia Tenggara. Proyek ini berlokasi di Karawang, Jawa Barat, melanjutkan ambisi menjadi pusat kendaraan listrik global. Kapasitas