GAC Aion Berencana Produksi Lokal pada Kuartal Pertama Tahun Depan
Sebagai bagian dari grup GAC, Aion mulai memperluas pasarnya ke Indonesia. Dalam waktu dekat, produsen asal Tiongkok ini juga bersiap membangun fasilitas produksi di negara tersebut. CEO Aion Indonesia menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk meluncurkan kendaraan listrik dengan harga yang sesuai dengan harapan masyarakat. Menurutnya, mobil listrik Aion tidak akan murah, tetapi akan menyesuaikan ekspektasi konsumen dalam hal harga dan model sebisa mungkin. Semua model akan diproduksi secara lokal, termasuk Aion Y Plus dan Hyptec HT. Sementara itu, pada tahap awal ini belum termasuk baterai, karena hanya membutuhkan 40% TKDN. Jika ada baterai, harus lebih dari 40%, dan di masa depan akan tergantung pada persyaratan regulasi.
Xu Longchuan: Industrialisasi Indonesia, Peluang Besar bagi Perusahaan Tiongkok
Indonesia Berencana Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Laut
GAC Aion Buka Sepuluh Titik Dealer di Indonesia
Indonesia Berencana Menerapkan Sistem Tarif Pajak Minimum Global
Nuode Bermitra dengan IBC Indonesia untuk Membangun Rantai Industri Baterai
Pada 30 September, produsen baterai lithium terbesar di dunia dan produsen foil tembaga elektrolitik, Nuode, menandatangani nota kesepahaman dengan IBC (Indonesia Battery Corporation). Cakupan kerjasama nota kesepahaman ini meliputi studi pasar baterai lithium-ion dan foil tembaga PCB, serta pembahasan rencana investasi untuk mendirikan joint venture foil tembaga. Pimpinan IBC menyatakan sangat mendukung langkah ini untuk mendorong Indonesia menjadi pusat produksi industri baterai global, yang dapat memasok produk baterai dan komponen baterai ke Uni Eropa, Amerika, dan Asia. Ketua Dewan Nuode, Chen Lizhi, menyatakan bahwa dengan memanfaatkan sumber daya tembaga yang melimpah di Indonesia, Indonesia akan menjadi pusat pengembangan pasar Nuode di kawasan ASEAN
Indonesia Fokus pada Hilirisasi Pertanian untuk Mendominasi Kawasan ASEAN
Penurunan harga komoditas dan melemahnya ekonomi China akan menjadi tantangan bagi pemerintahan baru untuk mendorong ekspor, namun Indonesia juga memiliki potensi ekspor yang besar di bidang hilirisasi pertanian. Setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina pada Februari 2022, harga komoditas melonjak pada tahun 2022. Harga batu bara, emas, dan minyak kelapa sawit mentah (CPO) bergantian mencetak rekor baru. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata batu bara pada tahun 2022 mencapai $345,41 per ton, naik 128,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian pula, harga tahunan rata-rata minyak sawit mentah melonjak menjadi RM4.155,1 per ton pada tahun 2022, naik 134%. Pada tahun 2022
PDB Asia Tenggara Mencapai $3,4 Triliun, Menjadi Ekonomi yang Kuat
Dari tahun 2010 hingga 2022, rata-rata pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara adalah 4,4%, dan kawasan ini juga dianggap sebagai kekuatan baru dalam ekonomi global. Direktur Wakil Presiden Drewry Maritime Services Asia Pte Ltd menyatakan bahwa Asia Tenggara mengalami pertumbuhan stabil setiap tahun dengan tingkat pertumbuhan di atas 4%. Dari pertumbuhan ini, Produk Domestik Bruto (PDB) Asia Tenggara mencapai $3,4 triliun. Jika melihat ke masa depan, prospek pertumbuhan sangat baik, mereka memperkirakan pertumbuhan di seluruh Asia Tenggara akan jauh di atas 4%. Asia Tenggara adalah salah satu ekonomi terbesar di dunia, faktanya selama 15 tahun pertumbuhan PDB Asia Tenggara lebih dari
Proyek Hilirisasi Nikel Indonesia Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa proyek hilirisasi nikel berhasil mendorong lonjakan signifikan nilai ekspor. Nilai ekspor nikel hilir Indonesia telah melonjak dari sebelumnya Rp 33 triliun menjadi Rp 510 triliun. Seperti yang dikatakan Menteri Koordinator Luhut, kini nilai ekspor nikel Indonesia mencapai USD 34 miliar, melonjak dari sebelumnya Rp 33 triliun menjadi sekitar Rp 510 triliun. Jokowi mengatakan kebijakan hilirisasi dengan menghentikan ekspor bijih nikel memiliki kelebihan dan kekurangan, Indonesia bahkan digugat oleh Uni Eropa (UE) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Meskipun mereka kalah, namun Indonesia adalah negara berdaulat, kepentingan nasional adalah segalanya, dan mereka tidak bisa mengikuti perintah siapa pun.
Pabrik Peleburan Tembaga Jalur Tunggal Terbesar di Dunia Mulai Produksi Awal
PT Freeport Indonesia (PTFI) bersiap memulai produksi awal katoda tembaga di fasilitas pengolahan dan pemurnian baru (smelter) di Gresik, Jawa Timur. Produksi katoda tembaga akan menjadi tonggak sejarah penting dalam hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Smelter jalur tunggal terbesar di dunia ini memiliki kapasitas pemurnian konsentrat tembaga hingga 1,7 juta ton per tahun. Ditambah dengan smelter pertama yang telah beroperasi, PT Smelting, kedua perusahaan akan memurnikan 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, menghasilkan sekitar 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 220 ton perak.
Grup Delong Dukung Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia, Dorong Keyakinan Investasi
Pada 25 September, Presiden Jokowi memimpin upacara peletakan batu pertama tahap kedelapan di ibu kota baru, dihadiri oleh CEO Grup Delong, Zheng Nanyan, sebuah grup hotel ternama asal China. Jokowi saat memimpin upacara mengatakan bahwa Delong mengelola 9 merek hotel dan 1600 properti di berbagai negara di dunia. Proyek Delong di ibu kota baru akan menjadi kekuatan penting dalam mendorong pembangunan ibu kota baru Indonesia, serta meningkatkan kepercayaan investor lain untuk masuk ke ibu kota baru. Grup Delong resmi memasuki pasar Indonesia pada Juli 2023, dengan menanamkan modal ke platform manajemen perhotelan Indonesia, IHI (Indies Hospitality I
Indonesia Rencanakan Larangan Penjualan Mobil Bensin pada 2045
Pemerintah berencana meningkatkan penggunaan kendaraan listrik dengan harga yang semakin terjangkau. Dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), kendaraan tradisional ini akan dibatasi karena penghentian penjualan. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan bahwa sedang menyusun larangan penjualan kendaraan tradisional yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) berbasis bensin. Deputi Koordinator Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves mengatakan bahwa larangan penjualan mobil bensin akan menjadi bagian dari upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV). Mereka terus berkomitmen untuk menyusun mekanisme kebijakan pelarangan penjualan kendaraan tradisional.