Plastik Murah China Ancam Industri Petrokimia Indonesia, Asosiasi Desak Perlindungan
Industri petrokimia Indonesia tengah menghadapi tekanan operasional yang tidak kecil. Di satu sisi, industri dalam negeri sangat bergantung pada bahan baku impor; di sisi lain, produk plastik murah dari China masuk dalam jumlah besar, menggerus daya saing perusahaan lokal. Anggota Komisi VII DPR RI menyatakan bahwa pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan untuk mendorong penggunaan bahan baku lokal, melindungi pelaku usaha dalam negeri, dan menghadapi tekanan persaingan dari produk impor. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik Indonesia menjelaskan bahwa meskipun industri petrokimia telah memasuki fase pemulihan, kondisi industri masih belum stabil; fluktuasi harga, biaya logistik, daya beli pasar, dan pasokan bahan baku terus menekan operasional perusahaan.
Dua Kawasan Andalan Jawa Tengah Terus Meningkatkan Daya Tarik Investasi
Perusahaan Tiongkok Tingkatkan Investasi Industri Petrokimia di Indonesia
Indonesia Luncurkan Motor Listrik Lokal untuk Bersaing dengan Merek China
Kerja Sama Tiongkok-Indonesia Menggarap Proyek Energi Baru dari Sampah
Teknologi Pertanian Tiongkok Mendorong Modernisasi Peternakan Indonesia
Untuk memperdalam kerja sama praktis antara Tiongkok dan ASEAN di bidang teknologi peternakan dan peralatan pertanian, serta mendorong pembangunan bersama platform industri pertanian Tiongkok-Indonesia, tiga dosen dan lima mahasiswa doktoral dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hewan Universitas Pertanian Tiongkok membentuk delegasi yang baru-baru ini mengunjungi Institut Pertanian Bogor dan Singkawang di Indonesia untuk melakukan pertukaran akademis, survei industri, dan kegiatan penghubung pemerintah-bisnis. Ketua Asosiasi Alumni Universitas Pertanian Tiongkok di Shanghai turut serta. Delegasi berfokus pada tiga bidang utama: unggas petelur, sapi perah, serta fasilitas dan peralatan peternakan, dan melakukan diskusi mendalam dengan asosiasi industri lokal, lembaga penelitian, dan perwakilan perusahaan.
Berbagai Klaster Industri Masuk ke Kawasan Industri Modern Hasil Kerja Sama Indonesia-Tiongkok
Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan Kawasan Industri Madura Weraja, dan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Taman Industri ASEAN Guangdong (Fenyong) Tiongkok, merealisasikan proyek kerja sama utama Dua Taman Dua Negara (TCTP). Sejumlah besar klaster industri Tiongkok akan masuk ke wilayah Madura, Jawa Timur, untuk mendorong pembangunan ekonomi timur Indonesia yang seimbang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia menyatakan bahwa Kawasan Industri Madura diposisikan sebagai basis industri baru yang penting di Indonesia, dapat saling melengkapi dengan kawasan industri petrokimia berat Gresik, sehingga menyempurnakan tata letak industri secara keseluruhan di Pulau Jawa.
China-Indonesia Bersama Membangun Kawasan Industri Pengolahan Bawang Putih
Kabupaten Baru baru-baru ini menerima kunjungan penting investor asing, di mana Grup Firman Indonesia bersama tim teknologi perbenihan Jinchunyu dari Tiongkok secara langsung mengunjungi Desa Siangon di Kabupaten Baru untuk meninjau potensi investasi industri lokal dan membahas kerja sama pengembangan rantai industri lengkap pengolahan mendalam bawang putih. Wakil Bupati Baru mewakili Bupati yang sedang menunaikan ibadah haji, menerima kunjungan tersebut secara penuh, dan secara resmi menyampaikan sinyal positif bahwa Kabupaten Baru membuka diri sepenuhnya bagi investasi dalam dan luar negeri serta membangun kawasan industri pelabuhan. Wakil Bupati menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Baru dengan hangat menyambut berbagai investor untuk menanamkan modal dan berusaha di daerahnya, serta berkomitmen menciptakan lingkungan layanan investasi yang efisien, mudah, dan transparan.
Kobal Elektrolit Menjadi Jalur Kunci Terobosan Industri Hilir Nikel Indonesia
Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menyatakan bahwa industri hilir nikel Indonesia perlu segera memperdalam struktur rantai industri, dengan fokus pada pengembangan produk kobal elektrolit kemurnian tinggi, sebagai cara untuk menembus hambatan stagnasi industri saat ini dan secara signifikan meningkatkan nilai tambah mineral. Selama ini, industri pengolahan nikel Indonesia sebagian besar masih berada pada tahap produk antara primer seperti nikel pig iron dan nikel hidroksida, dengan banyak unsur kobalt ikutan yang dibuang sebagai limbah tailing, tingkat pemanfaatan sumber daya sangat rendah, dan nilai industri belum sepenuhnya terlepas. Menurut FINI, dengan mengandalkan teknologi hidrometalurgi tekanan asam tinggi (HPAL) dan pemurnian elektrolitik, Indonesia dapat menghasilkan kobal elektrolit dengan kemurnian di atas 99% dari bijih nikel.
Perusahaan China Gugat Pabrik Nikel VDNI Tuntut Pembayaran Utang Besar
Jiangsu Ouyide New Material Technology Co., Ltd. secara resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menuduh perusahaan peleburan nikel ternama Indonesia, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), melakukan wanprestasi kontrak dan menuntut pembayaran utang besar dengan pokok sengketa mencapai Rp334,08 miliar. Kasus ini bermula dari 13 kontrak penjualan yang telah ditandatangani kedua belah pihak, di mana VDNI menunggak pembayaran sisa tagihan dalam waktu lama. Setelah upaya penagihan berulang kali dari pihak China tidak membuahkan hasil, proses hukum pun dimulai. Data gugatan menunjukkan sisa tagihan VDNI yang belum dibayar setara dengan RMB12,51
Cina, Korea Selatan, dan Indonesia Bersama Membangun Taman Industri Bahan Baku Baterai Nikel Kelas Dunia
Di tengah perkembangan pesat industri kendaraan listrik global dan meningkatnya ketidakpastian perdagangan geopolitis, kolaborasi lintas negara telah menjadi kunci utama pengembangan rantai industri baterai. Proyek Peleburan Nikel Bahopai (BNSI) Indonesia yang dibangun bersama oleh PT. Vione Indonesia, GEM China, dan EcoPro Korea Selatan, menciptakan model kerjasama internasional baru yang saling melengkapi dalam hal sumber daya, teknologi, dan pasar.
30 Perusahaan Tiongkok Masuk ke Indonesia, Capai Kerja Sama Senilai 2 Miliar Dolar AS
Delegasi Dagang Tiongkok bersama Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok mengadakan pertemuan khusus dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Jakarta, mencapai sejumlah kesepakatan mengenai perluasan investasi bilateral, peningkatan perdagangan, dan pengembangan sinergi industri, terus memperkuat fondasi kerja sama ekonomi kedua negara, mendorong hubungan perdagangan dan ekonomi bilateral yang semakin kokoh. Pertemuan ini fokus pada peningkatan skala perdagangan dan kualitas investasi antara Tiongkok dan Indonesia secara menyeluruh, serta membangun sistem kerja sama ekonomi bilateral yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.