Indonesia menetapkan target ambisius untuk infrastruktur nasional dan konektivitas. Menteri Koordinator dalam KTT Transportasi 2025 menyatakan bahwa konektivitas bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga komitmen negara untuk tidak meninggalkan satu pun daerah tertinggal. Target meliputi: jaringan transportasi umum perkotaan dari 6 kota pada 2023 menjadi 20 kota pada 2030; jaringan kereta api dari 6.880 km menjadi 12.100 km pada 2030. Sementara itu, jalan raya dari 50.064 km pada 2023 menjadi 86.206 km pada 2040; kapasitas pelabuhan dari 72 lokasi pada 2020 menjadi 142 lokasi pada 2030; biaya logistik dari 14,29% pada 2022 menjadi 8% pada 2045, mencakup Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ia mengakui anggaran negara bukan satu-satunya sumber dana, pemerintah melalui Infrastructure Project Facilitation Office (IPFO) menarik berbagai investasi domestik dan asing. Ketua Asosiasi Sistem Transportasi Cerdas Indonesia menyatakan bahwa IITS 2025 menargetkan pengembangan transportasi di negara-negara Global South, dengan keunggulan geografis dan demografis Indonesia, berbagai solusi dapat diterapkan untuk mempercepat implementasi sistem transportasi cerdas dan memperluas ke kawasan, sekaligus mengajukan diri sebagai tuan rumah Kongres Dunia ITS 2032.